Yang pertama : ketika aku berupaya meninggikan diri sendiri dengan mengeksploitasi yang lemah.
Yang kedua : ketika aku timpang dihadapan mereka yang lumpuh.
Yang ketiga : ketika setelah diberikan pilihan aku memilih yang mudah ketimbang yang sulit.
Yang keempat : ketika aku membuat sesuatu kekeliruan kuhibur diri sendiri dengan kekeliruan orang lain.
Yang kelima : ketika aku bersikap jinak ketakutan lalu mengklaim diriku kuat dalam kesabaran.
Yang keenam : ketika kuangkat pakaianku untuk menghindari lumpur kehidupan.
Yang ketujuh : ketika aku berdiri menyanyikan kidung bagi Tuhan dan menganggap hanya itulah satu-satunya nyanyian kebajikan.
Oleh : Kahlil Gibran
Search terms:kutegur jiwaku tujuh kali, kahlil gibran ku tegur diriku tujuh kali, Kutegur jiwaku
Tak apa bus kami tidak melewati rute seperti biasanya
Tak apa kami yang harus berjalan kaki memasuki kawasan kerja kami
Tak apa kami yang haru terpinggirkan ketika suara sirine itu mendekat
Tak apa kami tidak bisa dekat dengan para pemimpinnya
Tak apa kami dituduh teroris ketika hanya membawa seonggok rumput pakan sapi kami
Tak apa kami yang selalu ramah, tiba-tiba mendapati wajah kaku para petugas
Tak apa kami ….
Kami memang bukan siapa-siapa dibalik acara akbar itu
Kami hanya masyarakat biasa yang hidup biasa-biasa saja
Walau duit pajak kami ada disana
Kami hanya bisa berdoa
Semoga acara itu dapat berjalan dengan lancar
Yang kelak dapat meningkatkan taraf kehidupan kami di masa yang akan datang
Amin…. ![]()
Search terms:www gwawan com, ost garuda di dadaku 2, lirik satu jiwa bung ferry
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Search terms:sapardi joko damono
Dalam Wrehaspati Tattwa dinyatakan “Sakti ngarania sang sarwa jnyana muang sarwa karya”.
Artinya orang sakti itu adalah orang yang banyak memiliki ilmu dan banyak bekerja dengan ilmu tersebut.
Seorang raja dengan hati yang suci mewujudkan kesaktian untuk melindungi rakyat dan kebenaran. Karena kata ”raja” berasal dari kata “rajintah” artinya yang menyenangkan rakyat. Mereka yang telah menyenangkan rakyatlah disebut raja/pemimpin.
