Kemaren sore saat sedang santai di rumah, tiba-tiba ada seorang Ibu yang datang kerumah. Saya pun menghampiri sang Ibu, dan berikut percakapan kami:
Saya: Iya, Ibu cari siapa, bisa dibantu?
Ibu: Bapaknya ada?
Ibu: Begini, menjelang perayaan 17 Agustus biasanya warga disni mengecat tembok pembatas kebun dengan hitam putih. Nah nanti biar Saya saja yang mengecatnya..
Saya: Ya.. nanti Saya bicarakan dulu dengan Bapak, karena kebetulan Bapak sedang tidak ada di rumah
Saya: Nanti kalau memang butuh dicat pembatas kebunnya, Saya akan panggil Ibu
Tanpa basa-basi, sang Ibu pun lalu permisi dan berlalu menghampiri rumah lainnya. Sejenak Saya memperhatikan Ibu tersebut, yang berjalan menghampiri setiap rumah, mencoba menawarkan jasa mengecat tembok pembatas kebun.
“Jemput Bola“, itulah kata yang terlintas seketika. Seorang Ibu yang cuma menawarkan jasa mengecat, bisa memiliki inisiatif datang ke setiap calon pelanggannya, sungguh luar biasa buat Saya. Karena hal ini jarang sekali Saya lakukan. Padahal jasa yang Saya jual jauh diatas harga jasa mengecat yang ditetapkan si Ibu, yang tentunya membutuhkan sekedar usaha untuk dapat menjual jasa Saya.
Kegiatan santai disore hari pun terhenti, berganti dengan memikirkan “bola” mana yang harus Saya jemput dengan segera! ![]()
Search terms:seorang jemput bola, jasa mengecat porcelain, jemput bola












kirain teknik footsal terbaru, ya klo ndak gitu entar kerjaan yg biasanya digarap diambil ama orang lain donk ya